ads

Showing posts with label Sekolah. Show all posts
Showing posts with label Sekolah. Show all posts

Jenis - Jenis Limbah

Limbah sering disamakan dengan kata sampah, yang selama ini sering menjadi masalah buat kita. Limbah didefinisikan sebagai suatu barang / materi ( padat, cair maupun gas ) yang sudah tidak digunakan karena nilai / fungsinya menurun atau bahkan sudah tidak memiliki fungsi lagi. Keberadaan limbah dalam suatu lingkungan ( daratan, udara maupun perairan ) menjadi salah satu komponen yang menyebabkan polusi atau pencemaran lingkungan. 

Secara umum, limbah / sampah dibedakan menjadi :


Limbah organik, yakni limbah yang berasal dari sisa-sisa bagian tubuh mahkluk hidup . Limbah jenis ini biasanya sangat mudah/ cepat terurai secara alami oleh mikroorganisme seperti jamur, bacteri maupun protozoa tertentu. Yang termasuk dalam golongan limbah organik antara lain : sisa tumbuhan (seperti akar, batang daun, buah ), bangkai hewan, kotoran hewan, minyak goreng, juga termasuk kertas.


Limbah anorganik, yakni limbah yang berasal benda-benda mati. Limbah jenis ini biasanya sangat sulit, butuh waktu yang sangat lama untuk terurai secara alami. Yang termasuk dalam golongan limbah oanorganik antara lain : kaca, plastik, besi, alumunium, timah dan lain-lainnya.


Limbah berbahaya, yakni limbah yang berasal dari berbagai bahan kimia, umumnya yang bersifat sebagai racun bagi kehidupan. Yang termasuk dalam golongan limbah berbahaya antara lain : sisa / residu pestisida, tumpahan minyak bumi, batu baterei bekas, oli bekas dan sejenisnya. Limbah jenis ini juga dikenal dengan sebutan limbah B3.


Apapun jenis limbahnya, pada prinsipnya semua berbahaya bagi lingkungan dan kehidupan manakala jumlah / kadarnya dalam lingkungan melebihi batas toleransi. Satu contoh , limbah organik yang berasal dari kotoran hewan ( bisa terurai ) dengan jumlah yang melebihi kemampuan batas suatu lingkungan maka akan tetap menimbulkan masalah bagi lingkungan dan kehidupan.
Sehingga perlu adanya upaya nyata untuk mengelola limbah-limbah tersebut menjadi sesuatu yang minimal tidak mengganggu kehidupan.

Rumus Bangun Datar


Rumus Bangun Datar

Bangun datar dalam matematika disebut bangun geometri.
Macam-macam bangun datar

SEGITIGA

  1. Segitiga merupakan bangun geometri yang dibentuk oleh 3 buah garis saling bertemu dan membentuk 3 buah titik sudut.
  2. Bangun segitiga dilambangkan dengan ∆.
  3. Jumlah sudut pada segitiga besarnya 180⁰.

Jenis-jenis segitiga :

a. Segitiga Sama Sisi

  • mempunyai 3 sisi sama panjang.
  • mempunyai 3 sudut sama besar yaitu 60⁰.
  • mempunyai 3 simetri lipat.
  • mempunyai 3 simetri putar.


b. Segitiga Sama Kaki

  • mempunyai 2 sisi yang berhadapan sama panjang.
  • mempunyai 1 simetri lipat.
  • mempunyai 1 simetri putar.


c. Segitiga Siku-Siku

  • mempunyai 2 sisi yang saling tegak lurus.
  • mempunyai 1 sisi miring.
  • salah satu sudutnya adalah sudut siku-siku yaitu 90⁰.
  • Tidak mempunyai simetri lipat dan putar.
untuk mencari panjang sisi miring digunakan rumus phytagoras :


a2 + b2 = c2

Keterangan

a2  = sisi datar 
b2  = sisi tegak
c2  = sisi miring

Rumus Keliling segitiga

K = s + s + s 

Rumus Luas Segitiga

L = 1/2 * a * t


PERSEGI
• Persegi adalah bangun datar yang dibatasi 4 sisi yang sama panjang.
• Mempunyai 4 titik sudut.
• Mempunyai 4 sudut siku-siku 90⁰.
• Mempunyai 2 diagonal yang sama panjang.
• Mempunyai 4 simetri lipat.
• Mempunyai 4 simetri putar.

Rumus Keliling Persegi
K = 4 x s

Rumus Luas Persegi
L = s x s

RUMUS BANGUN DATAR YANG LAIN

Rumus Bujur Sangkar
Bujur sangkar adalah bangun datar yang memiliki empat buah sisi sama panjang
- Keliling : Panjang salah satu sisi dikali 4 (4S) (AB + BC + CD + DA)
- Luas : Sisi dikali sisi (S x S)

Rumus Persegi Panjang
Persegi panjang adalah bangun datar mirip bujur sangkar namun dua sisi yang berhadapan lebih pendek atau lebih panjang daridua sisi yang lain. Dua sisi yang panjang disebut panjang, sedangkan yang pendek disebut lebar.
- Keliling : Panjang tambah lebar kali 2 ((p+l)x2) (AB + BC + CD + DA)
- Luas : Panjang dikali lebar (pl)

Rumus Lingkaran
- Keliling : diameter dikali phi (d x phi) atau phi dikali 2 jari-jari (phi x (r + r)
- Luas : phi dikali jari-jari dikali jari-jari (phi x r x r)
- phi = 22/7 = 3,14

Rumus Jajar Genjang atau Jajaran Genjang
- Keliling : Penjumlahan dari keempat sisi yang ada (AB + BC + CD + DA)
- Luas : alas dikali tinggi (a x t)

Rumus Belah Ketupat
- Keliling : Penjumlahan dari keempat sisi yang ada (AB + BC + CD + DA)
- Luas : alas dikali panjang diagonal dibagi 2 (a x diagonal / 2)
- Diagonal : Garis tengah dua sisi berlawanan

Rumus Trapesium
- Keliling : Penjumlahan dari keempat sisi yang ada (AB + BC + CD + DA)
- Luas : Jumlah sisi sejajar dikali tinggi dibagi 2 ((AB + CD) / 2)


perekonomian Indonesia ditinjau dari sudut pandang ekonomi makro

perekonomian Indonesia ditinjau dari sudut pandang ekonomi makro
Perekonomian Indonesia ditinjau dari sudut pandang makro bukan hanya dipengaruhi oleh perekonomian yang terjadi di dalam negeri namun juga perekonomian di Negara Negara maju serta Negara tujuan ekspor karena Karakteristik perekonomian Indonesia yang termasuk dalam kriteria “ small open economy ” menyebabkan dinamika yang terjadi dalam perekonomian global dapat memengaruhi perekonomian domestik.Terjadinya keseimbangan pasar keuangan nasional dengan pasar keuangan internasional, sebagaimana negara-negara emerging markets lainnya, memberi tantangan tersendiri bagi keseimbangan eksternal perekonomian Indonesia. Ruang lingkup perekonomian dari ekonomi makro lebih luas cakupannya seperti Tingkat suku bunga, inflasi dan nilai tukar Rupiah adalah variabel yang mempengaruhi unsur-unsur di dalam permintaan agregat yang meliputi konsumsi privat, investasi, pengeluaran pemerintah, ekspor dan impor. Dengan semakin membaiknya ketiga variabel tersebut, maka permintaan agregat juga akan mengalami perbaikan. Selain permintaan agregat juga terdapat penawaran agregat yaitu pasar tenaga kerja dan teknologi atau IPTEK. Agregat demand dan agregat supply memiliki masing proporsi 50 persen dalam agregat perekonomian Indonesia, sehingga penanganannya harus seimbang agar perekonomian nasional dapat berkembang seusai dengan keinginan pemerintah agarmasyarakat sejahtera.


Kondisi perekonomian Indonesia di tahun 2011 diperkirakan oleh banyak pihak sebagai lebih baik daripada beberapa tahun sebelumnya. Economic outlook yang optimistik dikeluarkan oleh Pemerintah, Bank Indonesia, para ekonom, serta lembaga internasional. Optimisme itu bersumber dari pencapaian variable makroekonomi tahun 2010 yang sedikit melebihi harapan, disertai prediksi kondisi perekonomian dunia yang diyakini akan semakin membaik, setelah dua tahun sebelumnya terpengaruh oleh krisis keuangan di beberapa Negara maju. Kondisi perekonomian Indonesia pada tahun 2010 secara umum memang melebihi harapan target ekonomi, Data yang dikeluarkan BPS baru-baru ini memperlihatkan perkembangan perekonomian makro yang menuju perbaikan. Peningkatan pun dinilai berdukungan sumber pertumbuhan yang makin berimbang, diantaranya tercermin pada peran investasi dan ekspor yang meningkat. Semua di dukung oleh arus masuk modal asing yang besar, kondisi makroekonomi yang kondusif. Ditengah perekonomian yang membaik tersebut, pelaku ekonomi masih mengakui akan adanya beberapa tantangan utama dalam perumusan kebijakan, yaitu aliran masuk modal asing yang deras, ekses likuiditas yang tinggi, tekanan inflasi yang cenderung meningkat, efisiensi dan daya saing sektor perbankan yang masih rendah serta berbagai kendala di sektor riil.Tantangan terkait dengan aliran masuk modal asing yang deras tidak terlepas dari pemulihan ekonomi global yang terus berlanjut.

Menurut RAPBN 2011 Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2011 diperkirakan sebesar 6,4 persen, pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan sebesar 0,6 persen dari APBN 2010 yaitu 5,8 persen. Hal tersebut diharapkan pembangunan infrastruktur di Indonesia yang meningkat, iklim usaha yang baik dan ekonomi dunia tidak membawa pengaruh negatif bagi perekonomian Indonesia. Kisaran pertumbuhan ekonomi tahun 2012-2014 disebut sebagai berikut: 6,4-6,9%, 6,7-7,4%, dan 7,0-7,7%.

Dalam penetapan kerangka asumsi makro jangka menengah, Pemerintah mengaku selalu mempertimbangkan faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi kinerja ekonomi makro nasional dalam jangka menengah, antara lain: (a) tetap terkendalinya konsolidasi fiskal guna mendukung fiscal sustainability; (b) penyerapan belanja negara yang diupayakan semakin optimal; (c) rasio utang terhadap PDB yang cenderung menurun; (d) pembangunan infrastruktur semakin berkualitas; dan (e) penerapan target inflasi(inflation targeting) yang terkendali. Sedangkan faktor eksternal diperkirakan cukup kondusif bagi perkembangan ekonomi makro nasional, yaitu: (a) perekonomian global yang diperkirakan tumbuh pada level yang moderat; (b) harga minyak mentah internasional yang diperkirakan cenderung relatif stabil; dan (c) pemulihan perekonomian global.

Pihak pelaku ekonomi lainnya, yakni Bank Indonesia sebagai pelaku moneter dan perbankan, juga optimis. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2011 berada di kisaran 6,0 - 6,5%, yang akan dimotori terutama oleh kegiatan ekspor dan investasi dari sisi permintaan.


Nilai tukar mata uang merupakan variabel penting bagi perekonomian Indonesia dari sisi makro, menurut data dari Bank Indonesia nilai rupiah mengalami penguatan sebesar 3,8 persen selama tahun 2010 dibanding tahun 2009, Sehingga untuk tahun 2011 pemerintah memprediksi adanya penguatan nilai tukar mata uang rupiah dari Rp.9200 ke Rp 9250 - Rp.9300. Namun kenyataannya pada bulan oktober 2011 pergerakan nilai tukar rupiah selama satu minggu (3-7 Oktober 2011) tampak mengalami kondisi yang melemah dengan cukup signifikan. Pergerakan rupiah sepanjang minggu tampakvolatil dan sempat anjlok tajam karena kondisi pasar yang belum menentu membuat pelaku pasar cenderung mengurangi aktivitasnya pada pasar uang sehingga rupiah yang diperdagangkan cenderung melemah.
Pergerakan rupiah tampaknya akan cenderung mencoba untuk menentukan arah pergerakan pada perdagangan minggu depan. Rupiah berpotensi untuk mulai mengalami rebound terbatas setelah minggu ini anjlok tajam.Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta tertekan ke posisi 8.900 per dolarAS. Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam satu minggu belakangan mengalami penurunan sebesar 70 poin. Rupiah minggu lalu tercatat ditutup pada posisi Rp8.830 per dolar AS. Nilai tukar rupiah masih terbanting terhadap dolar AS selama satu minggu belakangan karena menghindari risiko akibat kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa dan kondisi ekonomi AS. Nilai tukar rupiah sebenarnya masih dapat menguat dan stabil karena kondisi makroekonomi dalam negeri masih lebih baik dibandingkan ekonomi global, namun beberapa investor asing yang masih melepas saham pada pasar ekuiti lokal menahan rupiah untuk menguat terhadap dolar AS.Trend pergerakan rupiah dalam jangka panjang masih tetap bullish. Para pelaku pasar tampak masih fokus kepada pergerakan arus modal asing yang marak masuk ke dalam portofolio dalam negeri. Sementara itu kenaikan mata uang di Asia juga tampak memberikan dukungan bagi pergerakan mata uang dalam negeri ini. Rupiah tampaknya akan cenderung ditahan untuk tidak melemah terlalu berlebihan karena akan menggangu stabilitas ekonomi dalam negeri. Pemerintah berupaya agar nilai tukar rupiah menguat untuk menekan tingkat inflasi.

Inflasi terjadi apabila meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidak lancaran distribusi barang. Perkiraan asumsi inflasi tahun 2011 adalah 5,3% namun BPS berpendapat pada awal agustus bahwa asumsi perkiraan itu tidak akan tercapai karena laju inflasi year to date hingga Juli 2011 baru tercapai sebesar 1,74 persen. dengan angka inflasi pada bulan Juli yang hanya sebesar 1,74 persen menandakan jarak dengan target APBN-P sekitar empat persen dalam enam bulan kedepan. Tingkat inflasi pada tahun ini bahkan bisa lebih rendah lagi jika saja pemerintah memutuskan tidak menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. BPS yakin dengan kebijakan tersebut, laju inflasi tidak akan melampaui angka 3 persen. Sebelumnya, BPS mencatat inflasi pada Juli 2011 sebesar 0,67 persen, sehingga laju inflasi Januari-Juli (year to date) mencapai 1,74 persen. Sementara itu, laju inflasi year on year turun dari 5,54 persen hingga Juni menjadi 4,61 persen pada Juli 2011. Variabel ekonomi yang berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi adalah pendapatan perkapita, semakin meningkatnya pertumbuhan ekonomi akan meningkatkan pendapatan perkapita yang akan menggambarkan daya beli masyarakat terhadap produk atau jasa. Menurut data dari Badan Pusat Statistik Nasional, pendapatan perkapita mengalami kenaikan sebesar Rp 27 juta pertahun pada tahun 2010 dari tahun 2009, dan perkiraaan tahun 2011 akan mengalami peningkatan seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan PDB Indonesia. .

Salah satu masalah utama perekonomian Indonesia adalah jumlah penduduk miskin yang masih besar. Data bulan Maret 2010 sebesar 31,02 juta orang . Bila di analisis maka Ada hubungan antara angka kemiskinan dengan pertumbuhan ekonomi (PDB). Perkembangan PDB per kapita, nominal PDB dibagi dengan jumlah penduduk, kerap dianggap mencerminkan tingkat pendapatan masyarakat dalam suatu negara. PDB per kapita Indonesia selalu mengalami pertumbuhan dengan persentase yang cukup tinggi. Patut dicermati bahwa laju pertumbuhan PDB per kapita ini jauh lebih tinggi daripada kenaikan garis kemiskinan secara cukup signifikan. Jika pertumbuhan PDB per kapita cukup tinggi dan jauh melampaui kenaikan garis kemiskinan, maka diharapkan jumlah penduduk miskin akan berkurang. Peningkatan pendapatan rata-rata penduduk tercermin dalam kenaikan rata-rata pengeluarannya, sehingga mereka tidak tergsolong penduduk miskin. Adanya ketimpangan pendapatan antar penduduk. Sekalipun terjadi pemerataan pengeluaran diantara kaum miskin, namun tidak bisa dipastikan ketimpangan pendapatan dengan penduduk yang kaya.

Selain itu juga terdapat Hubungan antara penurunan jumlah penduduk miskin dengan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi adalah perubahan PDB riil suatu tahun terhadap tahun sebelumnya. PDB riil diartikan PDB yang telah dibersihkan dari komponen kenaikan harga-harga (inflasi). Penelitian kemiskinan oleh Bank Dunia, selalu merekomendasikan perlunya pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi di Indonesia agar masalah kemiskinan bisa teratasi.

Penjelasan dan analisis tentang hal tersebut memang sangat masuk akal, jika kita melihat definisi pertumbuhan ekonomi atau PDB di atas. Akan tetapi untuk periode 2005-2010, hubungan pertumbuhan ekonomi dengan pengurangan jumlah penduduk miskin tampaknya juga tidak kuat. Kadang, pada saat pertumbuhan ekonomi tetap terjadi, jumlah penduduk miskin justru bertambah.selain itu terkadang pertumbuhan ekonomi yang sedikit melambat seperti pada tahun lalu justru mampu mengurangi lebih banyak penduduk miskin.

Penjelasannya mungkin harus diteliti pada sektor dan subsektor apa saja yang tumbuh lebih cepat dan seberapa kaitannya dengan pendapatan kaum miskin. Penurunan jumlah dan angka kemiskinan selama beberapa tahun terakhir lebih karena kebijakan program kemiskinan secara langsung daripada akibat pertumbuhan ekonomi. Selain itu, juga karena relatif rendahnya kenaikan harga-harga, khususnya yang terkait langsung dengan garis kemiskinan.

Lirik lagu "totalitas perjuangan" POLINEMA

Lirik lagu "totalitas perjuangan" POLINEMA
Kepada para mahasiswa
Yang merindukan kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan
Di persimpangan jalan

Kepada pewaris peradaban
Yang telah menggoreskan
Sebuah catatan kebanggaan
Di lembar sejarah manusia

- Reff :
Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun ke jalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk negeri tercinta

Hukum Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Hukum Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Hukum Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan instrumen yang memproteksi pekerja, perusahaan, lingkungan hidup, dan ma-syarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja. Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang wajib dipenuhi oleh perusahaan. K3 bertujuan mencegah, mengurangi, bahkan menihilkan risiko kecelakaan kerja (zero accident). Penerapan konsep ini tidak boleh dianggap sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang menghabiskan banyak biaya (cost) perusahaan, melainkan harus dianggap sebagai bentuk investasi jangka panjang yang memberi keuntungan yang berlimpah pada masa yang akan datang.
Bagaimana K3 dalam perspektif hukum? Ada tiga aspek utama hukum K3 yaitu norma keselamatan, kesehatan kerja, dan kerja nyata. Norma keselamatan kerja merupakan sarana atau alat untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang tidak diduga yang disebabkan oleh kelalaian kerja serta lingkungan kerja yang tidak kondusif. Konsep ini diharapkan mampu menihilkan kecelakaan kerja sehingga mencegah terjadinya cacat atau kematian terhadap pekerja, kemudian mencegah terjadinya kerusakan tempat dan peralatan kerja. Konsep ini juga mencegah pencemaran lingkungan hidup dan masyarakat sekitar tempat kerja.Norma kesehatan kerja diharapkan menjadi instrumen yang mampu menciptakan dan memelihara derajat kesehatan kerja setinggi-tingginya.
K3 dapat melakukan pencegahan dan pemberantasan penyakit akibat kerja, misalnya kebisingan, pencahayaan (sinar), getaran, kelembaban udara, dan lain-lain yang dapat menyebabkan kerusakan pada alat pendengaran, gangguan pernapasan, kerusakan paru-paru, kebutaan, kerusakan jaringan tubuh akibat sinar ultraviolet, kanker kulit, kemandulan, dan lain-lain. Norma kerja berkaitan dengan manajemen perusahaan. K3 dalam konteks ini berkaitan dengan masalah pengaturan jam kerja, shift, kerja wanita, tenaga kerja kaum muda, pengaturan jam lembur, analisis dan pengelolaan lingkungan hidup, dan lain-lain. Hal-hal tersebut mempunyai korelasi yang erat terhadap peristiwa kecelakaan kerja.
Eksistensi K3 sebenarnya muncul bersamaan dengan revolusi industri di Eropa, terutama Inggris, Jerman dan Prancis serta revolusi industri di Amerika Serikat. Era ini ditandai adanya pergeseran besar-besaran dalam penggunaan mesin-mesin produksi menggantikan tenaga kerja manusia. Pekerja hanya berperan sebagai operator. Penggunaan mesin-mesin menghasilkan barang-barang dalam jumlah berlipat ganda dibandingkan dengan yang dikerjakan pekerja sebelumnya. Revolusi IndustriNamun, dampak penggunaan mesin-mesin adalah pengangguran serta risiko kecelakaan dalam lingkungan kerja. Ini dapat menyebabkan cacat fisik dan kematian bagi pekerja. Juga dapat menimbulkan kerugian material yang besar bagi perusahaan. Revolusi industri juga ditandai oleh semakin banyak ditemukan senyawa-senyawa kimia yang dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan fisik dan jiwa pekerja (occupational accident) serta masyarakat dan lingkungan hidup.
Pada awal revolusi industri, K3 belum menjadi bagian integral dalam perusahaan. Pada era in kecelakaan kerja hanya dianggap sebagai kecelakaan atau resiko kerja (personal risk), bukan tanggung jawab perusahaan. Pandangan ini diperkuat dengan konsep common law defence (CLD) yang terdiri atas contributing negligence (kontribusi kelalaian), fellow servant rule (ketentuan kepegawaian), dan risk assumption (asumsi resiko) (Tono, Muhammad: 2002). Kemudian konsep ini berkembang menjadi employers liability yaitu K3 menjadi tanggung jawab pengusaha, buruh/pekerja, dan masyarakat umum yang berada di luar lingkungan kerja.Dalam konteks bangsa Indonesia, kesadaran K3 sebenarnya sudah ada sejak pemerintahan kolonial Belanda. Misalnya, pada 1908 parlemen Belanda mendesak Pemerintah Belanda memberlakukan K3 di Hindia Belanda yang ditandai dengan penerbitan Veiligheids Reglement, Staatsblad No. 406 Tahun 1910. Selanjutnya, pemerintah kolonial Belanda menerbitkan beberapa produk hukum yang memberikan perlindungan bagi keselamatan dan kesehatan kerja yang diatur secara terpisah berdasarkan masing-masing sektor ekonomi. Beberapa di antaranya yang menyangkut sektor perhubungan yang mengatur lalu lintas perketaapian seperti tertuang dalam Algemene Regelen Betreffende de Aanleg en de Exploitate van Spoor en Tramwegen Bestmend voor Algemene Verkeer in Indonesia (Peraturan umum tentang pendirian dan perusahaan Kereta Api dan Trem untuk lalu lintas umum Indonesia) dan Staatblad 1926 No. 334, Schepelingen Ongevallen Regeling 1940 (Ordonansi Kecelakaan Pelaut), Staatsblad 1930 No. 225, Veiligheids Reglement (Peraturan Keamanan Kerja di Pabrik dan Tempat Kerja), dan sebagainya. Kepedulian Tinggi Pada awal zaman kemerdekaan, aspek K3 belum menjadi isu strategis dan menjadi bagian dari masalah kemanusiaan dan keadilan. Hal ini dapat dipahami karena Pemerintahan Indonesia masih dalam masa transisi penataan kehidupan politik dan keamanan nasional. Sementara itu, pergerakan roda ekonomi nasional baru mulai dirintis oleh pemerintah dan swasta nasional.
K3 baru menjadi perhatian utama pada tahun 70-an searah dengan semakin ramainya investasi modal dan pengadopsian teknologi industri nasional (manufaktur). Perkembangan tersebut mendorong pemerintah melakukan regulasi dalam bidang ketenagakerjaan, termasuk pengaturan masalah K3. Hal ini tertuang dalam UU No. 1 Tahun 1070 tentang Keselamatan Kerja, sedangkan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan sebelumnya seperti UU Nomor 12 Tahun 1948 tentang Kerja, UU No. 14 Tahun 1969 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja tidak menyatakan secara eksplisit konsep K3 yang dikelompokkan sebagai norma kerja.Setiap tempat kerja atau perusahaan harus melaksanakan program K3. Tempat kerja dimaksud berdimensi sangat luas mencakup segala tempat kerja, baik di darat, di dalam tanah, di permukaan tanah, dalam air, di udara maupun di ruang angkasa.
Pengaturan hukum K3 dalam konteks di atas adalah sesuai dengan sektor/bidang usaha. Misalnya, UU No. 13 Tahun 1992 tentang Perkerataapian, UU No. 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), UU No. 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan beserta peraturan-peraturan pelaksanaan lainnya. Selain sekor perhubungan di atas, regulasi yang berkaitan dengan K3 juga dijumpai dalam sektor-sektor lain seperti pertambangan, konstruksi, pertanian, industri manufaktur (pabrik), perikanan, dan lain-lain.Di era globalisasi saat ini, pembangunan nasional sangat erat dengan perkembangan isu-isu global seperti hak-hak asasi manusia (HAM), lingkungan hidup, kemiskinan, dan buruh. Persaingan global tidak hanya sebatas kualitas barang tetapi juga mencakup kualitas pelayanan dan jasa. Banyak perusahaan multinasional hanya mau berinvestasi di suatu negara jika negara bersangkutan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan hidup. Juga kepekaan terhadap kaum pekerja dan masyarakat miskin. Karena itu bukan mustahil jika ada perusahaan yang peduli terhadap K3, menempatkan ini pada urutan pertama sebagai syarat investasi.

perbedaan teknik informatika dan manejemen informatika

perbedaan teknik informatika dan manejemen informatika
Teknik Informatika dan Manajemen informatika. Tentunya sebagai mahasiswa kita tidak asing lagi dengan kata – kata tersebut tetapi bagi yang masih duduk dibangku SMA tentunya masih bingung beda kedua jurusan tersebut, dewasa ini memang sedang marak siswa SMA berbondong – bonding mendaftar di Perguruang Tinggi yang membuka jurusan itu. Namun apa sih bedanya jurusan Teknik Informatika dan Manajemen Informatika, berikut saya coba mengupasnya.
Pertama yang akan kita bahas adalah jurusan Teknik Informatika..
Apa Itu Teknik Informatika ?

Teknik Informatika merupakan kumpulan disiplin ilmu dan teknik yang secara khusus menangani masalah transformasi atau pengolahan data dengan memanfaatkan se-optimal mungkin teknologi komputer melalui proses-proses logika. Pada teknik informatika bidang ilmu yang lebih banyak dikaji adalah bidang pemrograman dan komputasi, rekayasa perangkat lunak (software) untuk berbagai bidang aplikasi dalam berbagai bidang usaha, dan teknologi jaringan komputer.

Lalu Apa Yang Dipelajari di Teknik Informatika ?
Dasar ilmu dalam Teknik Informatika adalah algoritma. Pada Teknik Informatika, mahasiswa akan diarahkan untuk bisa menguasai ilmu dan keterampilan rekayasa informatika yang berlandaskan pada kemampuan untuk memahami, menganalisis, menilai, menerapkan, serta menciptakan piranti lunak (software) dalam pengolahan dengan komputer. Secara garis besar materi dalam teknik informatika dapat dikelompokkan menjadi beberapa bidang ilmu antara lain adalah :
1.   Sistem Informasi
Memberikan pengetahuan dan pengertian dasar tentang konsep dan kerangka sistem informasi, metodologi dan teknik perancangan, pengembangan, pengetesan dan pemeliharaan sistem perangkat lunak
2.   Rekayasa Perangkat Lunak
Materi yang dipelajari dalam bidang ini adalah Analisa dan Desain Obyek, Penyempurnaan Proses Rekayasa, Inspeksi Perangkat Lunak, Rekayasa Perangkat Lunak, Pemrograman Basis Data Client Server.
3.   Pemrograman dan Komputasi
Memberikan pengetahuan dan kemampuan menganalisis permasalahan dalam ruang lingkup Komputasi, Komputasi Paralel, Sistem Terdistribusi, Teknologi Antar Jaringan.
4.   Arsitektur dan Jaringan Komputer
Materi yang dipelajari dalam bidang ini adalah Arsitektur Komputer, Organisasi Komputer, Elektronika, Sistem Digital, Sistem Mikroprosesor, Jaringan Komputer dll.

Prospek Lulusan Teknik Informatika
Bidang aplikasi komputer sangat luas, hampir tidak ada ruang kehidupan yang tidak tersentuh oleh teknologi komputer. Luasnya bidang aplikasi tersebut, terbatasnya jumlah system analyst, pesatnya perkembangan teknologi informasi, dan tingginya kebutuhan pengembangan perangkat lunak memberikan prospek yang sangat cerah bagi lulusan Teknik Informatika. Jenis pekerjaan yang tepat untuk lulusan Teknik Informatika antara lain adalah: Programmer, Sistem Analis, Web Designer, Software Engineer/Web engineer, Computer network/Data Communication Engineer, Instansi Pemerintah dan Lembaga Penelitian, Lain-lain (perusahaan-perusahaan jasa telekomunikasi, perbankan, konsultan atau dosen di perguruan tinggi negeri maupun swasta, dll).

Selanjutnya adalah Manajemen Informatika yang sebenarnya tidak jauh beda tetapi memang beberapa yang diajarkan sangat berbeda

Apa Manajemen Informatika Itu?
Perkembangan organisasi dunia usaha dan dunia industri pada saat ini akan sangat mempengaruhi teknologi yang digunakan. Penggunaan teknologi yang tepat akan menghasilkan informasi yang lebih cepat, tepat dan sesuai dan juga komunikasi yang lebih efektif. Kondisi ini akan sangat mempengaruhi pemakaian sumber daya yang dapat menguasai teknologi yang dibutuhkan. Disiplin ilmu Manajemen Informatika memiliki cakupan yang dimulai dari konsep keilmuan hingga pengembangan dalam bidang pemrograman maupun desain.

Apa Yang Akan Kita Pelajari di jurusan Manajemen Informatika ?.
Konsentrasi pembelajaran terbagi menjadi pemrograman dan desain.
Melalui kompetensi mata kuliah sebagai berikut:
•Bahasa program PHP dan Delphi 
•Basisdata Oracle dan MySQL 
•Desain grafis,animasi dan multimedia komputer 
•Pembuatan dan manipulasi gambar digital 
•Pembuatan animasi web dan kartun 
•Video editing

Peluang Kerja
Lulusan program studi Manajemen Informatika diharapkan dapat menjadi individu yang kreatif dan profesional di bidangnya, bidang kerja yang dapat diraih antara lain:

•Sebagai Administrator Sistem dan Web 
•Sebagai Konsultan Desain 
•Sebagai Junior Programmer 
•Sebagai Tenaga Ahli Desain Grafis